Burung Kharel

Burung kharel yang mengeluarkan cahaya sendiri. Burung kharel lahir dari kepompong buah walajja yang matang di akhir musim semi. Ketika burung ini mencapai usia sekitar 30 tahun, warna cahayanya berubah keemasan. Saat itu, kharel emas ini akan sangat jarang terlihat. Mereka hanya muncul pada pagi hari di pegunungan yang bersalju, biasanya di Kharntheous Olens. Setelah berdiam diri di gua-gua di tebing bersalju (misalnya di tebing Atnakin di lereng utara Gunung Dranda), badan burung kharel akan berubah merah. Lalu pada musim dingin mereka terbang ke hutan walajja dan melebur menjadi butir-butir cahaya biru-kuning yang lalu meresap lewat batang dan daun pohon walajja.

Pada musim semi, pohon walajja berbunga dan berbuah. Buah yang matang pada akhir musim semi akan berubah menjadi kepompong dan melahirkan burung kharel yang muda. Bangsa Oriman menghormati burung kharel karena normalnya siklus hidup burung itu menjadi indikator keseimbangan ekosistem.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s