Keajaiban Suku Wallawi di Imperium Tharsis

WallawiDi Imperium Tharsis, raja bisa berkomunikasi dengan berbagai makhluk penghuni planet itu dengan bantuan suku Wallawi. Para Wallawi hidup sebagai petapa yang bebas berkeliling ke berbagai penjuru negeri untuk mengawasi unsur-unsur alam dan menjaga keseimbangannya. Para Wallawi terdiri atas puluhan suku dengan kemampuan telekinesis berbeda. Suku Wallawi Apitham bisa berkomunikasi dengan para binatang buas, Wallawi Nipar atau Daruma bisa berkomunikasi dengan pepohonan, Wallawi Nakhoja yang berkulit gelap dapat mengendalikan dan berkomunikasi dengan bangsa ular dan reptil yang beracun, Wallawi Pirkhayya dapat berkomunikasi dengan bangsa burung, dan sebagainya.

Para wallawi dipimpin oleh seorang raja yang menempati wilayah reservat khusus yang luas di wilayah utara dan selatan Benua Alinalikus. Raja para wallawi adalah keturunan penduduk asli Origophyta yang telah menjalin hubungan yang dekat dengan para ksatria Tridias pada masa-masa serangan bangsa Andrens yang kejam. Kaum Wallawi memiliki kekuatan mistik yang tinggi dari hasil meditasinya, dan memiliki pengetahuan yang tinggi. Jika seseorang membayangkan suku Wallawi sebagai suku tradisional yang primitif, itu salah besar. Mereka jauh dari sifat-sifat buas dan iri hati. Mereka menaklukkan amarah dan nafsu, serta tidak berminat terhadap gemerlap peradaban Tharsis yang mengelilingi wilayah reservat mereka yang dipenuhi belantara, sungai-sungai yang bening, pegunungan bersalju, hutan-hutan pinus dan pertapaan-pertapaan yang suci dan damai. Dinyatakan bahwa para Wallawi berpantang berhubungan suami istri secara ketat. Jika mereka menginginkan keturunan, mereka melakukan upacara api untuk mendapatkan anak. Dan apakah anak mereka lahir dari api? Ya. Seperti burung phoenix.

Seluruh Oriman menghormati para Wallawi. Jika seorang wallawi masuk kota dengan paras wajah mereka yang cerah dan sejuk bagaikan rembulan, penduduk kota akan bersimpuh dan memberikan hormat. Penduduk akan memberikan gandum (walley) dan buah-buahan ,untuk mereka. Wallawi hanya menginginkan itu. Mereka tidak makan makanan yang dimasak. Bahkan seorang bocah Wallawi sangat dihormati di Tharsis. Tidak ada yang menentang para Wallawi. Ketika seorang wallawi masuk kota, anak-anak yang sedang bermain di teras rumah, yang sedang mengendarai mobil patra terbang, yang sedang bermain bola di setna (lapangan bola di mana mereka bisa bermain melawan regu robot atau droid) atau yang sedang berada di perpustakaan akan langsung berteriak kepada orang tua mereka, “Walley-ruram! Walley-ruram!” (Gandum-buah, gandum-buah!), lalu berlari mengambil buah-buah dalam rumah, dan memberikannya kepada sang Wallawi.

Sebagai balasan, Wallawi akan memberikan buah-buahan hutan yang telah diambilnya dari sisa persembahan di altar kuil dan memberikannya kepada anak-anak. Tidak semua anak di Tharsis beruntung bisa mencicipi buah-buahan langka nan manis dari pedalaman hutan Euchatelops atau Hyphoress. Anak-anak yang polos akan berkata,

“Ekay téy ruram? (buah apa ini?)”

“Yukkhatélopi-vanéma téyyo rurati,” (buah-buahan itu dari hutan Euchatelops) ujar sang Wallawi.

“Suréy déya!” (Buahnya enak).

“Yéva yukkhatelopya khamméni niha?” (Kalian semua tidak pernah ke Euchatelops?)

Anak-anak menggeleng. Mereka menyahut, “Ai khan?” (Dan Anda?)

“Yahé vas khimaména,” (aku baru dari sana) jawab Wallawi. “Yosa nik, nai samata téyyo rurati yahu giména yévé?” (Kalau tidak, bagaimana aku bisa membawa buah-buahan itu ke sini untuk kalian?”

Mereka tertawa.

Para Wallawi memakai pakaian yang sederhana dan tidak memakai alas kaki. Mereka mengenakan kain berwarna putih susu dan menyimpangkan secarik kain lainnya di pundak. Mereka membawa tongkat dan kendi ke mana pun mereka mengembara. Jika kendinya telah penuh dengan bahan makanan pemberian penduduk (seperti biji gandum dan buah-buahan), mereka akan menolak pemberian apa pun dari siapa pun pada hari itu. Setiap Oriman menyukai para Wallawi. Mereka tidak pernah iri hati pada siapa pun dan mereka selalu menyanyi di sepanjang jalan dengan suara yang melelehkan hati. Mereka teman yang baik untuk anak-anak. Sosok wallawi yang tinggi-kurus dengan kepala yang relatif lebih cembung dan besar daripada Oriman pada umumnya membuat mereka menjadi sosok idola di seluruh planet. Kulit mereka lembut bagaikan sutera, dan di kegelapan malam bintik-bintik di badan mereka berpendar jingga, bagaikan nyala bintang yang lembut dan menyenangkan untuk dilihat.

Dalam sistem pemerintahan, raja menempatkan 330 perwakilan Wallawi dan Ganiman (para spiritualis) dalam dewan penasihat raja.

Walaupun perawakan mereka kurus dan gerakan mereka tergolong lambat, para Wallawi sangatlah tangguh. Mereka bisa melompat setinggi 30 meter dengan memanfaatkan tenaga cakra mereka. Wallawi mampu melihat dan mendengar dari jarak yang sangat jauh, dan mampu menghentikan dan membanting sebuah mobil dengan tenaga telekinesis mereka,—jika diperlukan. Dari keadaan diam, seorang Wallawi mampu bergerak dengan kecepatan tinggi dengan tiba-tiba.

 

WALLAWI DAN DINASTI KSATRIA TRIDIAS-PARSEKA

Dinasti ksatria Parseka yang kini menguasai seluruh daratan Origophyta serta telah membangun koloni Oriman yang canggih di lautan dan di luar angkasa berasal dari darah para Wallawi. Ksatria Tridias yang tersisa melarikan diri ke Origophyta dalam kurun waktu 2000 tahun dan membentuk puluhan kerajaan kecil. Ketika Bangsa Andrens mengetahui bahwa Origophyta menjadi tempat persembunyian pada Ksatria Tridias (karena Sarnir Khaiwalya membawa lari Arestrosparta dari Dianis ke Origophyta), Andrens menyerbu planet hijau itu dan berniat menjadikannya gurun pasir. Kemudian, darah Ksatria Tridias dicampur dengan ekstrak nirna dari pohon Walajja untuk mengalahkan para Andrens. Dari rekayasa genetika antara Ksatria Tridias dengan Wallawi yang memiliki darah nirna, keturunan Ksatria Parseka lahir hingga kini.

Orang tidak akan pernah menyangka bahwa para Ksatria Parseka di Imperium Tharsis memiliki darah berwarna jingga (oranye), bukan biru tua seperti Oriman pada umumnya. Para Ksatria Parseka di Tharsis tidak mempan terhadap racun ular dan segala macam binatang berbisa lainnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s