Nama-Nama Oriman

Bangsa Oriman (BACA: o-ri-mAn, bukan seperti ‘man’ dalam ‘superman’) memiliki nama-nama yang unik. Nama-nama tersebut biasanya mencerminkan dari mana asal mereka dan fëm atau golongan mereka.

Nama para Oriman terdiri dari nama sandang, nama induk dan nama tengah. Nama tengah biasanya sangat jarang. Dalam sapaan formal, digunakan kata sapaan âmka (untuk laki-laki) dan âmkani (perempuan). Nama induk (nama keluarga) biasanya berada di bagian depan, diikuti nama tengah, dan diakhiri dengan nama sandang (nama kecil).

Jika seorang Oriman berasal dari golongan ganimann, ia biasanya menggunakan nama keluarga (khin) sebagai nama induk. Sebagai contoh, seorang anak laki-laki berasal dari keluarga ganiman Novéus Akléda di belahan utara, nama yang dipilih untuknya bisa saja Novéus Rhéya, atau Novtémus Nuno. Seorang anak perempuan biasanya memiliki nama yang diambil dari bentuk feminin nama keluarganya, misalnya Novéi Khréya atau Novtémmia Abby.

Seorang Oriman dari golongan Wallawi di Kharntheous Olens terkenal memiliki nama-nama paling indah dan diambil dari bahasa Origon tua. Ada empat puluh sembilan marga Wallawi di belahan utara dan sekitar 27 di selatan. Biasanya, nama-nama mereka diambil dari nama benda alam seperti apitha (matahari), kharel (sinar bulan), ipsum (air), narma (matahari terbit), nipar (pohon), khay (langit) dan iottir (bulan kedua). Sebagai contoh, beberapa nama yang berasal dari kata apitha antara lain Apithamus (m), Apithémia (f) dan Apithayyo (netral). Nama-nama yang bisa dikombinasikan antara lain Apithamus Solén, Apithamus Bamé. Bentukan kata kharel antara lain kharéya, kharay, atau kharla. Nama bentukan dari marga ipsum antara lain Ipsama, Ipséyya, Ipipad, Ipasméy dan sebagainya.

Nama-nama indah lainnya berasal dari sub-klan Wallawi utara bernama Narmani. Nama induk seperti Narmajja, Narma, Narminus, Narmatté dan Narmachari adalah nama-nama yang indah, apalagi digabungkan menjadi Narmajja Khaiwalya, Narmajja Pudyotta atau Sarit Narmachari Walléya (raja wallawi yang sekarang).

Oriman dari golongan ksatria biasanya memakai nama-nama yang melambangkan keberanian dan kedermawanan. Walaupun dinasti ksatria yang berkuasa di Tharsis berasal dari golongan tridias parseka, mereka memiliki sub-klan yang tersebar di banyak wilayah Tharsis. Nama-nama seperti Illias Parseka Nuno (jenderal ke-4 Imperium), Parsekani Mula (putri Raja Atromil Setka) dan sebagainya diambil dari nama dinasti parseka. Kata parseka bisa disubstitusi dengan nama-nama induk seperti: Atres (keberanian), Galeva (pantang menyerah), dan sebagainya.

NAMA SANDANG YANG UMUM

Laki-laki: Rheyya, Rhey, Abbey, Nuno, Nojja, Erinn, Daru, Goha, Aasid, Chatra, Teyyo

Perempuan: Kharel, Abby, Nuna, Khreya, Lir, Mula, Mulani, Khasarra, Tara, Herra

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s