Nuklir Biru Bangsa Oriman (2 dari 2)

safir
Mahkota Illorum yadka, mahkota Kerajaan Kontamento di Plantosin utara. Mahkota ini bertatahkan permata safir biru yang tak ternilai harganya. Kontamento adalah negeri safir biru di mana safir terbaik di Origophyta dihasilkan.

Penduduk Imperium Tharsis menggunakan sintesis energi dari blue sapphire dan air untuk menggerakkan kendaraan mereka. Para penduduk menggunakan kendaraan-kendaraan antigravitasi yang bisa melayang di udara tanpa menggunakan baling-baling. Prinsip kerjanya adalah dengan membentuk medan energi di sekeliling kendaraan sehingga memiliki daya dorong yang berlawanan dengan gravitasi. Medan energi ini dibentuk oleh energi antimateri.

Cara kerja mesin nuklir biru secara sederhana dapat diuraikan sebagai berikut. Sinar matahari ditangkap oleh lensa multifaset safir biru yang dipasang pada kendaraan. Ionisasi molekul safir dengan sinar matahari ini memancarkan cahaya biru terang yang diteruskan ke combuser yang mengalirkan molekul air yang telah dipecah menjadi atom hidrogen dan oksigen. Cahaya biru terang ini dapat mendorong atom hidrogen untuk saling bertabrakan pada ruang collider. Tabrakan ini menghasilkan antimateri yang kemudian disandingkan dengan atom hidrogen lain sehingga mengakibatkan gaya tarik-menarik dan menimbulkan energi. Energi menggerakkan motor elektron dan menciptakan medan energi serta menjadi sumber gerak bagi kendaraan. Sisa proses sintesis ini adalah oksigen dan hidrogen.

Pada malam hari saat sinar matahari tidak dapat diperoleh, mesin nuklir biru mendapatkan cadangan energi dari baterai ion yang terbuat dari hemoglon, sejenis kristal yang dapat menyimpan listrik dalam jumlah yang besar.

Safir biru bereaksi tidak hanya dengan sinar matahari, namun juga sinar bulan. Dua bulan Origophyta, yakni Phemes dan Iottir, adalah sumber energi lain bagi penduduk. Energi ini dikenal dengan nama kharel-qidar yang sangat ajaib. Kharel-qidar adalah gelombang cahaya hasil sintesis safir biru dengan cairan nirna yang berwarna kemasan. Lensa multifaset safir biru yang dipasang pada mesin kharel-qidar menangkap sinar bulan dan memfokuskannya pada titik di tabung nirna yang terbuat dari perak. Sinar bulan yang masuk dalam tabung akan terpantul pada dinding perak berulang-ulang dan menembus getah nirna. Getah nirna yang berwarna keemasan mengubah partikel cahaya bulan yang telah terfokus itu menjadi partikel kharel yang berwarna biru keemasan. Cahaya ini dikeluarkan lewat ujung tabung yang lain, mirip seperti prinsip kerja sinar laser yang menggunakan batu rubi merah. Cahaya kharel dapat meregenerasi sel makhluk hidup dengan cepat, membunuh virus dan bakteri berbahaya, dan menjinakkan sel-sel kanker dalam hitungan menit. Jika para Oriman sakit, mereka dibawa ke dalam ruangan di mana tubuh mereka akan disinari dengan cahaya kharel yang sejuk. Ekstrak getah nirna juga akan dicampur dengan air dan diembuskan melalui celah-celah dinding agar terkena kulit dan terserap dalam tubuh. Prinsip kerja kharel-qidar ini dikembangkan oleh para Wallawi dan kini menjadi teknik medis populer yang diterapkan di seluruh planet.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s