Sumber Energi Bangsa Oriman

Planet Origophyta, planet keempat di tata surya Apholen tidak memiliki lempeng benua seperti di Bumi sehingga tidak begitu banyak terdapat gunung berapi. Letusan gunung berapi nyaris tidak ada (kecuali pada tahun 832 Khamrel saat Gunung Dranda meletus).

Tak seperti di Bumi, penduduk Origophyta tidak pernah menggunakan minyak sebagai bahan bakar. Mereka bahkan nyaris tidak mengenal “bahan bakar”. Yang ada hanyalah “sumber energi gerak” karena untuk menghasilkan energi, teknologi bangsa Oriman tidak melibatkan pembakaran dan gas buang. Protokol Novus Jura pada tahun 6570 sebelum Khamrel melarang penggunaan bahan bakar yang menghasilkan gas buang dan nuklir dengan radiasi tidak terkontrol (disebut nuklir merah) bagi seluruh Federasi.

Lalu apa saja sumber energi bangsa Oriman? Mari kita simak beberapa di antaranya:

 

1) NUKLIR BIRU

Gunung-gunung menghasilkan safir yang melimpah untuk bahan tenaga gerak bagi kendaraan patra. Kristal safir, air dan cahaya menghasilkan energi gratis yang ramah bagi penduduk Federasi. Energi illorum,—yang dikenal sebagai nuklir biru—adalah katalisasi foton cahaya dengan ion air dengan bantuan lensa faset dan tabung kristal safir. Energi ini memanfaatkan elemen api (cahaya) dalam air dan kristal untuk menghasilkan listrik dalam jumlah yang besar. Algoritma illorum ditemukan oleh bangsa Tridias ratusan ribu tahun silam dan digunakan sebagai bahan energi gerak standar intraplanet (di dalam atmosfer).

Algoritma illorum yang sedikit berbeda dipakai dalam pesawat antariksa, satelit, sistem pertahanan orbit, koloni-koloni luar angkasa, serta pesawat antarbintang. Energi illorum yang dihasilkan bisa jadi sangat besar dan sanggup membawa sebuah armada pesawat antariksa Federasi menempuh ratusan kali lipat kecepatan cahaya.

 

GRAVITASI POSITIF

Leluhur bangsa Tridias telah menemukan bahwa gravitasi memiliki pola dua arah. HIngga saat ini, umat manusia masih berdebat apakah gravitasi nyata atau tidak, namun bangsa Oriman telah mendalilkan bahwa gravitasi adalah aspek lain dari tekanan. Mereka menamainya ‘khép’. Tekanan udara dalam atmosfer bekerja berbeda dengan tekanan di luar atmosfer. Energi khép mendorong setiap benda di dalam atmosfer menuju pusat planet, dan inilah yang disebut sebagai gravitasi. Namun, ketika tekanan tertuju pada suatu arah, maka akan ada tekanan yang sama ke arah yang berlawanan dengan besar yang sama. Tekanan yang berlawanan arah ini disebut sebagai gravitasi positif.

Mekanisme “kénnãr” yang diciptakan bangsa Oriman mampu menangkap energi gravitasi positif ini dan membuat kendaraan mereka melayang di udara. Algoritma mesinnya sangat rumit namun berdasar pada prinsip yang sangat sederhana. Mesin gravitasi positif digunakan sebagai peredam kelebaman pada hampir semua kendaraan yang memiliki kecepatan tinggi. Peredam kelebaman adalah komponen yang membuat pengendara tidak terpelanting apabila suatu kendaraan berhenti sangat mendadak.

 

LEVITASI SUARA

Levitasi suara memanfaatkan gelombang ultrasonik sebagai daya dorong dan daya angkat. Digunakan pada eskalator dan mekanisme pengaman lalu lintas di kota-kota besar. Ketika sebuah mobil patra tarjatuh karena mesin gravitasinya macet atau terjadi konslet, mekanisme pengaman lalu lintas akan menjaga mobil dan pengemudinya tetap mengambang di udara bagaikan terjatuh pada buntalan bantalan udara yang dimampatkan dengan gelombang suara. Teknologi ini masih mustahil dalam skala besar bagi manusia.

 

PELENTING RUANG-WAKTU

Pelenting ruang-waktu adalah mekanisme yang digunakan baik di dalam planet maupun untuk perjalanan antarbintang. Jalan-jalan protokol (semacam jalan tol antarkota) di Federasi Imperium Tharsis menggunakan mekanisme pelenting ruang-waktu. Kendaraan yang masuk ke jalan protokol supercepat akan ditembakkan dengan kecepatan 5 khrod per detik (1 khrod = 11,3 mil) dalam jalan protokol yang dibagi dalam bilah-bilah lorong dimensi. Singkatnya, kendaraan pertama-tama memasuki bilah dimensi dan dilentingkan dengan mesin pelipat ruang. Dengan “menunggangi” lentingan ruang-waktu ini, kendaraan (atau orang) dapat menempuh perjalanan yang sangat, sangat cepat. Seseorang dapat masuk ke bilah-bilah lorong dimensi yang tidak terbatas, namun semua bilah lorong dimensi itu berujung pada akhir jalan protokol di kota tujuan. Jadi, seorang pengendara kendaraan patra di jalan protokol tidak usah khawatir bertabrakan dengan kendaraan lain dalam kecepatan supertinggi itu.

Dengan mekanisme pelenting ruang-waktu ini, Anda bisa bepergian dari Sabang hingga Merauke hanya dalam waktu kurang dari 15 menit.

Singkatnya, bangsa Orimãn menggunakan tiga metode untuk mendapatkan energi, yakni (1) dengan menggunakan gelombang, (2) dengan manipulasi unsur-unsur alam yang terbarukan, dan (3) dengan mesin yang bekerja dalam tataran elemen yang lebih halus (ruang, waktu, eter, udara, cahaya dan air).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s